Emas dan Tambang Emas Indonesia

Emas merupakan logam lunak yang mudah dibentuk serta dinilai sebagai benda yang memiliki harga mahal karena menggunakan kebijakan moneter saat ini. Emas sendiri adalah sebuah unsur kimia yang memiliki table parodik berbentuk lembek.  Artinya bila berada di suhu sekitar 1000 derajat celcius maka bentuknya berubah menjadi lembek.

 

Kategori Pembagian Emas

Emas yang ditempa memiliki berat sesuai dengan banyaknya zat yang ikut tercampur ketika emas terbentuk melalui proses pengkonsentrasian di permukaan bumi. Emas sendiri dikategorikan menjadi 2 bagian, yaitu :

  1. Emas Endapan Primer

Emas endapan primer adalah emas yang mengalami pengendapan didalam batu beku. Didalamnya besi dan emas bercampur. Endapan primer ciri khasnya memiliki bentuk yang bulat seperti lempengan atau memanjang seperti paku.

  1. Emas Endapan Sekunder

Emas endapan sekunder adalah emas yang terlepas dari satu kesatuan endapan primer karena arus air.

Emas memiliki warna yang khas mengkilat dan kuningan. Ketika dibekukan akan terasa berat. Emas tidak bereaksi pada bahan kimia lain namun bisa dirangsang dengan zat klorin, flourin dan aqua regia.

 

Tambang Emas di Indonesia

Sejak tahun 1980-2008 emas mengalami peningkatan yang signifikan, mulai dari biaya produksi yang lebih kecil sampai dengan kenaikan harga jual emas dari masa ke masa. Emas dinilai sebagai aset yang aman dari jatuhnya mata uang atau jatuhnya saham yang tidak stabil diwaktu yang akan datang.

Tambang emas di Indonesia sendiri mampu memproduksi 4% dari produk emas dunia. Cadangan emas yang diyakini memiliki besar sampai 67,4 juta ons ada di Indonesia dan dimiliki oleh perusahaan Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc Amerika Serikat.

Potensi adanya tambang emas di Indonesia sangat banyak dan tersebar di semua pulau besar yang ada di Indonesia. Beberapa lokasi tambang emas yang sudah ditemukan antara lain di Papua, Sumbawa, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Riau. Mayoritas dimiliki oleh PT Aneka Tambang (perusahaan tambang emas di Indonesia milik BUMN), Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc (tambang emas di Indonesia milik Amerika Serikat) dan PT Newmont Nusa Tenggara (tambang emas di Indonesia milik beberapa investor asing).

Tambang emas di Indonesia banyak menggunakan pengolah emas dengan sistem tong Sianida. Sistem Tong Sianida sendiri adalah sistem emas yang direndam di dalam tong menggunakan campuran Sianida.

Sistem pengolahan emas ini bertujuan untuk memisahkan logam emas dari logam lain, atau dikatakan sebagai proses pemurnian. Proses pemurnian emas ini dilakukan hingga mencapai menjadi 99,99%. Dalam proses pemurnian juga proses peleburan untuk mengambil zat perak dan tembaganya.

 

Produk Kimia Tambang Emas

Dalam proses pemisahan emas menjadi emas murni 99,99%, tambang emas di Indonesia menggunakan beberapa campuran bahan kimia. Produk kimia yang digunakan tambang emas di Indonesia antara lain sebagai berikut :

  1. Sianida CN

Sianida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengekskresi emas (pemisahan emas). Memiliki kode CN berguna untuk memulihkan emas menjadi 99,99% emas murni. Karbon aktif satu ini banyak digunakan di pertambangan emas di Indonesia.
Sianida memang memiliki bahaya yang tinggi bagi keselamatan pekerjanya. Bahkan cukup berbahaya pula juga jika sampai terkena kulit atau terhisap. Karena hal itulah bagi para penambang emas diwajibkan mengenakan pelindung lengkap mulai dari baju pelindung sampai ke pelindung pernafasan.

  1. NaOH / Caustic Soda

Caustic soda adalah zat kimia yang biasa dikenal dengan soda api hasil dari limbah sel elektronik. Caustic Soda terbuat dari air, garam dan listrik memiliki sifat tidak berbau dan tidak berwarna. Caustic Soda gampang bereaksi pada logam lain seperti alumunium magnesium, seng, timah, kromium, perunggu, kuningan dan beberapa logam lain.

  1. Hidrogen Peroksida (H2O2)

H202 terbuat dari gas hidrogen yang merupakan bahan kimia oksidator kuat dan mudah larut dalam air. Kegunaannya dalam tambang emas adalah untuk membersihkan limbah dari logam emas.

  1. Nitric Acid (HNO3)

Asam beracun atau sejenis dengan asam beracun yang bisa menyebabkan luka bakar. Digunakan pada tambang emas sebagai pemurni logam.

  1. Asam Klorida (HCL)

HCL atau biasa dikenal dengan nama hidrogen peroksida sejenis asam kuat komponen utama yang digunakan dalam proses industri.  Dalam tambang digunakan untuk pengasaman penurunan Ph dan membersihkan logam yang akan dilapisi.

  1. Asam Sulfat (H2SO4)

Anorganik asam yang bisa larut dalam air yang memiliki banyak fungsi tidak encer dan sulit ditemukan. Fungsinya dalam penambangan emas untuk mengekstrasikan logam yang ada di Sulfisa dan dilepaskan dari logam yang menempel atau tercampur pada emas.

  1. Boraks Decahydrate Ex.Turkey

Merupakan senyawa kimia terbuat dari 3 campuran metalloid Boron (B), oksigen (O), dan natrium (Na) berwarna putih dan mudah larut dalam air. Berfungsi sebagai bahan pengganti Merkuri dalam proses pembakaran emas karena Boraks Decahydrate Ex.Turkey dinilai bisa menyatukan senyawa emas dan menstabilkan suhu.

  1. Pb Nitrat (Pb No3)

Pbno3 sering digunakan dalam sistem sodium sianida yang bertindak sebagai Katalisator dan memiliki fungsi sebagai penghancur parit dan mengoksidator kimia pada bebatuan.

Produk kimia yang digunakan untuk pengolahan emas ini secara umum sangat berbahaya bagi pekerjanya. Namun asalkan menggunakan perlindungan yang tepat tentulah bahaya ini bisa diantisipasi. Mengingat bisnis tambang emas memiliki peluang penghasilan yang sangat tinggi, tentulah dalam pengerjaannya juga memerlukan kehati-hatian yang tinggi.

Theme Settings